.

Takdir itu tidak ada. Manusia tidak hidup hanya sebatas "sudah ditentukan takdir", semua butuh usaha.

Jumat, 30 November 2012

Perjamuan Makan


Ada seorang pemuda miskin yang ingin pindah dari kampung kecil ke kota besar. Dia menjual seluruh harta miliknya yang tidak seberapa dan membeli sebuah tiket kapal laut untuk pergi ke kota besar. Dia juga membawa beberapa potong roti untuk bekal perjalanannya.
Kapal pun mulai bergerak. Setiap hari pemuda miskin ini makan sepotong kecil roti yang dibawanya, sebagai pengganjal perut supaya tidak merasa lapar. Suatu hari, dia menyadari bahwa di kapal ini ada perjamuan yang diadakan di ballroom kapal tersebut setiap waktu makan siang dan makan malam. Dia melihat banyak orang bersenang-senang disana, berkelimpahan makanan enak sambil menonton pertunjukan yang luar biasa. Tapi yang bisa dilakukan pemuda miskin itu hanyalah tertunduk sedih, kembali ke kabin dan makan sepotong kecil rotinya.
Akhirnya kapal tersebut sampai ke tujuan. Ketika sedang turun dari kapal, pemuda miskin itu bertemu dengan kapten kapal yang menatapnya dan bertanya, “Hai Anak Muda, mengapa saya tidak pernah sekali pun melihat Anda di perjamuan?” Pemuda miskin itu menjawab, “Saya tidak mempunyai uang untuk makan di perjamuan itu. Saya memakai semua tabungan saya untuk membeli tiket kapal dan tersisa sedikit untuk membeli beberapa potong roti.” Kapten kapal terkejut dan berkata, “Tidakkah Anda tahu bahwa harga tiket kapal yang Anda beli sudah termasuk jamuan makan? Apakah tidak ada yang memberitahu Anda?”

Dalam hidup ini, tidak ada yang memberitahu bahwa kita boleh memiliki impian besar dan mencapai impian tersebut selagi masih muda.
Saat ini juga saya ingin mengatakan kepada Anda:
Anda dapat mempunyai impian besar dan mencapainya selagi masih muda.
Anda telah membeli tiket, yang disebut “kehidupan”, dan perjamuan makan sudah termasuk di dalamnya.
Yang perlu Anda lakukan adalah mengetuk pintu ballroom tempat perjamuan diadakan dan percayalah, pasti ada seseorang yang berbaik hati di dalam yang akan membukakan pintu untuk Anda.

KETUKLAH DAN PINTU AKAN DIBUKAKAN.

Sampai jumpa di perjamuan.


Dikutip dari Buku Merry Riana: A GIFT FROM A FRIEND, hal.128-131

Tidak ada komentar:

Posting Komentar