Ada seorang pemuda miskin yang ingin
pindah dari kampung kecil ke kota besar. Dia menjual seluruh harta miliknya
yang tidak seberapa dan membeli sebuah tiket kapal laut untuk pergi ke kota
besar. Dia juga membawa beberapa potong roti untuk bekal perjalanannya.
Kapal pun mulai bergerak. Setiap hari
pemuda miskin ini makan sepotong kecil roti yang dibawanya, sebagai pengganjal
perut supaya tidak merasa lapar. Suatu hari, dia menyadari bahwa di kapal ini
ada perjamuan yang diadakan di ballroom kapal tersebut setiap waktu makan siang
dan makan malam. Dia melihat banyak orang bersenang-senang disana,
berkelimpahan makanan enak sambil menonton pertunjukan yang luar biasa. Tapi
yang bisa dilakukan pemuda miskin itu hanyalah tertunduk sedih, kembali ke
kabin dan makan sepotong kecil rotinya.
Akhirnya kapal tersebut sampai ke
tujuan. Ketika sedang turun dari kapal, pemuda miskin itu bertemu dengan kapten
kapal yang menatapnya dan bertanya, “Hai Anak Muda, mengapa saya tidak pernah
sekali pun melihat Anda di perjamuan?” Pemuda miskin itu menjawab, “Saya tidak
mempunyai uang untuk makan di perjamuan itu. Saya memakai semua tabungan saya
untuk membeli tiket kapal dan tersisa sedikit untuk membeli beberapa potong
roti.” Kapten kapal terkejut dan berkata, “Tidakkah Anda tahu bahwa harga tiket
kapal yang Anda beli sudah termasuk jamuan makan? Apakah tidak ada yang
memberitahu Anda?”
Dalam hidup
ini, tidak ada yang memberitahu bahwa kita boleh memiliki impian besar dan
mencapai impian tersebut selagi masih muda.
Saat ini juga saya ingin mengatakan kepada Anda:
Anda dapat mempunyai impian besar dan mencapainya selagi masih muda.
Anda telah membeli tiket, yang disebut “kehidupan”, dan perjamuan makan sudah termasuk di dalamnya.
Yang perlu Anda lakukan adalah mengetuk pintu ballroom tempat perjamuan diadakan dan percayalah, pasti ada seseorang yang berbaik hati di dalam yang akan membukakan pintu untuk Anda.
Saat ini juga saya ingin mengatakan kepada Anda:
Anda dapat mempunyai impian besar dan mencapainya selagi masih muda.
Anda telah membeli tiket, yang disebut “kehidupan”, dan perjamuan makan sudah termasuk di dalamnya.
Yang perlu Anda lakukan adalah mengetuk pintu ballroom tempat perjamuan diadakan dan percayalah, pasti ada seseorang yang berbaik hati di dalam yang akan membukakan pintu untuk Anda.
KETUKLAH DAN PINTU AKAN DIBUKAKAN.
Sampai jumpa
di perjamuan.
Dikutip dari Buku Merry Riana: A GIFT FROM A FRIEND, hal.128-131
Tidak ada komentar:
Posting Komentar