.
Takdir itu tidak ada. Manusia tidak hidup hanya sebatas "sudah ditentukan takdir", semua butuh usaha.
Minggu, 10 Februari 2013
SATU
Jumlah satu itu sedikit atau banyak? Tergantung satu apa? Satu rupiah sedikit. Satu juta rupiah banyak. Satu menit sebentar. Satu hari lumayan. Satu tahun waktu yang lama. Apalagi satu abad. Satu butir nasi apalah artinya. Satu piring nasi barulah namanya makan. Satu bakul nasi jatah 4 atau 5 orang. Sekali lagi, tergantung satu apa?
Pada masanya, satu talenta bukan jumlah yang sedikit. Bahkan sesungguhnya, sangat besar. Talenta adalah satuan (berat) uang Yunani yang tertinggi nilainya. Dengan satu talenta saja, orang sudah bisa membeli 200 ekor lembu! Masing-masing hamba memang diberi jumlah talenta yang berbeda. Tetapi yang paling sedikit pun tetap berjumlah besar. Jadi, tidak ada alasan untuk memendamnya. Tidak ada alasan untuk berkata "tidak cukup". Bagaimana kalau masih dipendam juga? Tidak ada penyebab lain lagi, selain kenyataan bahwa ia adalah hamba yang malas! (ayat 26). Ia mengira jumlah satu itu sedikit dan tak ada artinya memiliki hanya satu talenta.
Kita pun sering begitu. Mengira satu itu kecil! Apalah artinya? Padahal tidak. Satu senyuman memulai sebuah persahabatan. Satu nyanyian ikut mencipta suasana romantis. Satu tepukan di pundak mampu memompa semangat. Satu bintang dapat memandu pelaut. Satu hak suara sanggup mengubah wajah suatu bangsa. Satu langkah menjadi awal sebuah perjalanan panjang. Satu kata mengawali sebuah doa. Satu orang diri Anda berharga di mata-Nya. Satu orang beriman bisa menghantar 10, 100, bahkan 1.000 orang untuk mengenal Tuhan. Satu peran menjadikan sebuah pelayanan lengkap. Jadi, mengapa tidak mulai dari yang satu itu?
SEMUA ANGKA LAIN BERAWAL DARI ANGKA SATU
SEMUA MIMPI BESAR DIMULAI OLEH SATU TINDAKAN KECIL
Sabtu, 09 Februari 2013
KERANG
"Apakah Anda tahu
bagaimana seekor kerang dapat menghasilkan sebuah mutiara? Seekor kerang yang
hidup dalam keadaan sempurna dan situasi ideal tidak akan menghasilkan sebuah
mutiara secara alami.
Ketika debu atau pasir atau batu karang kecil secara tidak sengaja masuk ke cangkang kerang, kerang tersebut sadar akan adanya benda asing di dalam tubuhnya. Kerang tersebut akan merasakan kesakitan yang disebabkan benda asing yang masuk ke tubuhnya, dan kerang ini akan mengeluarkan “air mata” untuk membungkus benda asing tersebut. Air mata ini secara perlahan-lahan mengeras dan akhirnya akan membentuk lapisan keras yang membungkus seluruh benda asing tersebut. Semakin besar benda asing yang masuk, semakin sakitlah kerang tersebut dan semakin banyaklah air mata yang ia keluarkan, sehingga pada akhirnya semakin besar dan semakin indah mutiara yang akan dihasilkan."
Ketika debu atau pasir atau batu karang kecil secara tidak sengaja masuk ke cangkang kerang, kerang tersebut sadar akan adanya benda asing di dalam tubuhnya. Kerang tersebut akan merasakan kesakitan yang disebabkan benda asing yang masuk ke tubuhnya, dan kerang ini akan mengeluarkan “air mata” untuk membungkus benda asing tersebut. Air mata ini secara perlahan-lahan mengeras dan akhirnya akan membentuk lapisan keras yang membungkus seluruh benda asing tersebut. Semakin besar benda asing yang masuk, semakin sakitlah kerang tersebut dan semakin banyaklah air mata yang ia keluarkan, sehingga pada akhirnya semakin besar dan semakin indah mutiara yang akan dihasilkan."
Cerita
tentang seekor kerang ini telah memberi saya inspirasi untuk tetap bertahan
dalam kesulitan dan rintangan. Peristiwa-peristiwa yang membuat kita paling
menderita dan mengalami banyak kesusahan pada umumnya adalah peristiwa yang
berakhir dengan kemenangan-kemenangan besar. Itu terjadi tidak hanya sekali.
Saya rasa ini seperti hukum universal. Suatu pattern of success (pola sukses).
Disadur dari Buku
Merry Riana: A GIFT FROM A FRIEND, hal.180-182
Langganan:
Komentar (Atom)

