Tak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini pergaulan para
remaja sudah sangat melewati batas. Ketika para remaja menikmati kehidupan seks
di luar nikah, dan memiliki kandungan yang tidak direncanakan, apa yang harus dilakukan?
Mungkin sebagian besar para remaja akan merasa malu dan ingin menggugurkan kandungannya.
Tapi tidakkah anda tau, hal itu adalah anugerah dari Tuhan?
Seorang perempuan tidak akan sempurna jika tidak bisa melahirkan seorang anak dari rahimnya sendiri. Lalu saat kita mendapatkan anugerah tersebut, mengapa kita harus melepaskannya?
Mungkin beberapa orang akan mengatakan “ini bukan saat yang tepat untuk memiliki anak”. Tapi lebih baik mana, memiliki anak disaat yang tidak tepat atau sama sekali tak memiliki anak?
Jadi, hamil diluar nikah, berkat atau musibah? Itu semua bagaimana cara Anda memandangnya, jika Anda mensyukurinya sebagai berkat, maka hanya berkatlah yang Anda terima.
Memang di satu sisi, hamil muda untuk wanita yang belum menikah adalah sesuatu yang tidak baik, dan dianggap sebagai hal buruk dalam masyarakat. Tapi apa yang bisa kita perbuat jika semua remaja sudah seperti itu? Mungkin untuk mengurangi tingginya angka aborsi, kita sebagai masyarakat tak perlu mengucilkan wanita yang hamil diluar nikah. Bagaimanapun juga kita manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Dan untuk para orang tua, ada baiknya untuk tidak semakin menekan anaknya. Bagaimanapun juga, hal itu sudah terjadi, dan kandungan tidak mungkin digugurkan, karna hal itu bertentangan dengan firman Tuhan. Mungkin akan terasa sulit untuk para orangtua yang mengetahui anaknya hamil diluar nikah, tapi cobalah untuk menerimanya. Berilah dukungan kepada si calon ibu, agar tetap semangat, tidak merasa tertekan, dan dapat melahirkan bayi yang sehat.
Untuk mengantisipasi kehamilan yang tidak diinginkan, menurut saya mungkin para orangtua dapat memberikan pelajaran dan pengarahan tentang kehidupan seks pada anak-anaknya. Berkomunikasi secara terbuka pada anak akan membuat si anak merasa nyaman bersama orangtua.
Di Indonesia, para orangtua akan merasa risih dan canggung jika membicarakan tentang seks, karna para orangtua merasa hal itu tidak sepantasnya untuk dibicarakan.
Pada kenyataannya remaja yang terjerumus dalam seks bebas adalah anak-anak yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap seks itu sendiri, dan mungkin juga karna kurangnya komunikasi, perhatian dan pengarahan dari orangtua.
Jika tidak ada yang mengajarkan hal baik dan buruk tentang seks itu, bagaimana seorang anak akan belajar? Tentu manusia akan belajar dari lingkungannya. Dan seperti yang kita tahu, bagaimana lingkungan akan mengajarkan para remaja? Begitu banyak situs dewasa tersebar di internet dan media sosial lainnya. Lingkungan hanya akan memberitahu pada remaja tentang bagaimana menikmati seks, bukan kapan dan dengan siapa hal itu harus dilakukan.
Mungkin sebagian besar para remaja akan merasa malu dan ingin menggugurkan kandungannya.
Tapi tidakkah anda tau, hal itu adalah anugerah dari Tuhan?
Seorang perempuan tidak akan sempurna jika tidak bisa melahirkan seorang anak dari rahimnya sendiri. Lalu saat kita mendapatkan anugerah tersebut, mengapa kita harus melepaskannya?
Mungkin beberapa orang akan mengatakan “ini bukan saat yang tepat untuk memiliki anak”. Tapi lebih baik mana, memiliki anak disaat yang tidak tepat atau sama sekali tak memiliki anak?
Jadi, hamil diluar nikah, berkat atau musibah? Itu semua bagaimana cara Anda memandangnya, jika Anda mensyukurinya sebagai berkat, maka hanya berkatlah yang Anda terima.
Memang di satu sisi, hamil muda untuk wanita yang belum menikah adalah sesuatu yang tidak baik, dan dianggap sebagai hal buruk dalam masyarakat. Tapi apa yang bisa kita perbuat jika semua remaja sudah seperti itu? Mungkin untuk mengurangi tingginya angka aborsi, kita sebagai masyarakat tak perlu mengucilkan wanita yang hamil diluar nikah. Bagaimanapun juga kita manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Dan untuk para orang tua, ada baiknya untuk tidak semakin menekan anaknya. Bagaimanapun juga, hal itu sudah terjadi, dan kandungan tidak mungkin digugurkan, karna hal itu bertentangan dengan firman Tuhan. Mungkin akan terasa sulit untuk para orangtua yang mengetahui anaknya hamil diluar nikah, tapi cobalah untuk menerimanya. Berilah dukungan kepada si calon ibu, agar tetap semangat, tidak merasa tertekan, dan dapat melahirkan bayi yang sehat.
Untuk mengantisipasi kehamilan yang tidak diinginkan, menurut saya mungkin para orangtua dapat memberikan pelajaran dan pengarahan tentang kehidupan seks pada anak-anaknya. Berkomunikasi secara terbuka pada anak akan membuat si anak merasa nyaman bersama orangtua.
Di Indonesia, para orangtua akan merasa risih dan canggung jika membicarakan tentang seks, karna para orangtua merasa hal itu tidak sepantasnya untuk dibicarakan.
Pada kenyataannya remaja yang terjerumus dalam seks bebas adalah anak-anak yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap seks itu sendiri, dan mungkin juga karna kurangnya komunikasi, perhatian dan pengarahan dari orangtua.
Jika tidak ada yang mengajarkan hal baik dan buruk tentang seks itu, bagaimana seorang anak akan belajar? Tentu manusia akan belajar dari lingkungannya. Dan seperti yang kita tahu, bagaimana lingkungan akan mengajarkan para remaja? Begitu banyak situs dewasa tersebar di internet dan media sosial lainnya. Lingkungan hanya akan memberitahu pada remaja tentang bagaimana menikmati seks, bukan kapan dan dengan siapa hal itu harus dilakukan.
Mungkin langkah yang bisa diambil orangtua adalah dengan
mengikutkan anaknya dalam kegiatan-kegiatan tertentu, sehingga sang anak tidak memiliki cukup waktu
untuk memikirkan seks. Bisa juga membiarkan anaknya aktif dalam kegiatan
ditempat ibadah, karna yang paling penting untuk mendidik seorang anak, adalah terlebih
dahulu mendidiknya dengan baik secara rohaniah.
Dan saat anak sudah mulai mengerti tentang cinta, mungkin orangtua bisa mengarahkan anaknya tentang kriteria laki-laki yang bagaimana yang bisa dipercaya dan pantas dijadikan kekasih. Para orangtua mungkin dapat memberlakukan peraturan seperti misalnya boleh pacaran tetapi harus pacaran yang sehat, dan juga harus mendapat prestasi yang baik. Dan orangtua juga seharusnya menjelaskan hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pacaran. Sampaikan hal-hal ini dengan cara yang baik sehingga si anak tidak salah mengartikan anda sebagai orangtua yang terlalu protektif dan terlalu mengatur. Sering kali orangtua salah menyampaikan maksud dan tujuan mereka dan membuat si anak merasa di kekang, hal seperti itulah yang membuat anak semakin membangkang dan melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan.
Para orangtua tidak perlu terlalu mengekang hubungan si anak, mungkin orangtua juga boleh sedikit aktif memperhatikan hubungan anaknya. Mengenal siapa dan bagaimana kelakuan sang kekasih, dan memberi kepercayaan pada si anak dan kekasihnya. Sehingga sang anak tidak berpacaran secara sembunyi-sembunyi, dan tentu saja hal seperti ini akan memudahkan para orangtua untuk mengontrol kelakuan anaknya.
Dan saat anak sudah mulai mengerti tentang cinta, mungkin orangtua bisa mengarahkan anaknya tentang kriteria laki-laki yang bagaimana yang bisa dipercaya dan pantas dijadikan kekasih. Para orangtua mungkin dapat memberlakukan peraturan seperti misalnya boleh pacaran tetapi harus pacaran yang sehat, dan juga harus mendapat prestasi yang baik. Dan orangtua juga seharusnya menjelaskan hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pacaran. Sampaikan hal-hal ini dengan cara yang baik sehingga si anak tidak salah mengartikan anda sebagai orangtua yang terlalu protektif dan terlalu mengatur. Sering kali orangtua salah menyampaikan maksud dan tujuan mereka dan membuat si anak merasa di kekang, hal seperti itulah yang membuat anak semakin membangkang dan melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan.
Para orangtua tidak perlu terlalu mengekang hubungan si anak, mungkin orangtua juga boleh sedikit aktif memperhatikan hubungan anaknya. Mengenal siapa dan bagaimana kelakuan sang kekasih, dan memberi kepercayaan pada si anak dan kekasihnya. Sehingga sang anak tidak berpacaran secara sembunyi-sembunyi, dan tentu saja hal seperti ini akan memudahkan para orangtua untuk mengontrol kelakuan anaknya.
Tulisan ini hanyalah menurut pandangan saya secara pribadi,
jika ada kata-kata yang salah, dan mungkin ada yang tidak berkenan di hati para
bloggers, saya mohon maaf. Semoga bermanfaat.
Semoga Tuhan selalu memberkati,
Paula
Paula